SOSIALISASI GCG

Ketika assessment GCG PTPN XII (Persero) tahun 2012 berlangsung, pada session wawan-cara dengan karyawan, assessor menanyakan tentang sejauh mana mereka memahami GCG? Mereka sebagian kecil menjawab masih asing dengan istilah GCG (good corporate governance) dan mereka baru mengenal pertama kali ini.  Tetapi ketika mereka ditanya tentang buku Code of Conduct (perilaku karyawan) yang telah dibagikan ke masing-masing karyawan, mereka baru memahami bahwa perilaku karyawan tersebut merupakan bagian dari pedoman GCG.  Ketika assessor meminta mereka untuk membuka halaman 24 s.d. 26 buku Code of Conduct (COC) pada sub bab Etiket Kerja, mereka sudah sangat kenal dan paham tentang 26 butir etiket kerja PTPN XII (Persero) bahkan semua karyawan 100% telah melaksanakan perilaku karyawan tersebut. 

Berdasarkan hasil pengamatan Bidang Good Corporate Governance dan Manajemen Risiko (selanjutnya kita sebut Bidang GCG & MR), penyebab mengapa karyawan merasa asing terhadap istilah GCG. Hal ini dikarenakan istilah GCG berasal dari bahasa Inggris  good corporate governance artinya tata kelola perusahaan yang baik. Tidak cukup hanya diartikan secara leksikal saja, tetapi arti tata kelola perusahaan yang baik dalam bahasa Indonesia harus juga dijabarkan secara detail. Ada dua alasan mendasar mengapa karyawan belum familiar terhadap istilah tersebut yaitu :

  • Sosialisasi masih belum seluruhnya menyentuh karyawan paling bawah. Perkiraan masih 20% karyawan PTPN XII  belum mengenal istilah tersebut.
  • Keengganan karyawan  untuk menyebut istilah good corporate governance atau GCG karena terkesan kebarat-baratan (dari bahasa Inggris).

Berangkat dari dua alasan tersebut, Bidang GCG dan MR berupaya mensosialisasikan secara intens baik melalui kesempatan tatap muka maupun tulisan (artikel) dalam website PTPN XII (Persero) atau  GCG on line. 

Istilah Good Corporate Governance dapat kita jumpai pada tulisan sebelumnya  berjudul “Belajar Memahami Program Good Corporate Governance (1) dan (2)” Namun tidak ada salahnya bila kita ulang kembali pengertian GCG sebagai berikut : GCG menjelaskan pola hubungan, sistem dan proses yang digunakan oleh Organ Perusahaan (Direksi, Dewan Komisaris, RUPS) untuk memberikan nilai tambah kepada Pemegang Saham secara berkesinambungan dalam jangka panjang, dengan tetap memperhatikan kepentingan stakeholder lainnya berlandaskan peraturan perundang-undangan dan norma yang berlaku.

Dalam operasional GCG, diperlukan pedoman GCG. Pada prinsipnya terdapat empat pedoman utama GCG yakni :

  • Pedoman GCG atau GCG Code merupakan pedoman yang mengatur tentang secara umum implementasi GCG di perusahaan.
  • Board Manual  adalah pedoman yang mengatur hubungan antara organ perusahaan antara lain Dewan Komisaris, Direksi dan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
  • Code of Conduct  (COC) adalah pedoman yang mengatur tentang etika dan etiket karyawan dalam bekerja. COC disebut juga dengan Pedoman Perilaku Karyawan.
  • Internal Audit Charter  atau SPI Charter yakni pedoman yang mengatur tata kerja Satuan Pengawas Internal (SPI) dalam arti umum.

 

I. Pedoman GCG atau GCG Code 

Pedoman GCG secara umum menjelaskan program GCG yang berkaitan dengan hubungan antar organ perusahaan (Dewan Komisaris, Direksi dan RUPS) yang dimuat secara khusus pada Board Manual, dan perilaku karyawan yang secara khusus terdapat pada Code of Conduct.

 

II. Board Manual

Hubungan antar Organ Perusahaan diatur dalam Board Manual. Di dalam Board Manual (BM) diatur tentang : 

  1. Dewan Komisaris yang mengatur tentang :
  • Fungsi Dewan Komisaris
  • Persyaratan Menjadi Dewan Komisaris
  • Keanggotaan Dewan Komisaris
  • Masa Jabatan Dewan Komisaris
  • Program Pengenalan Perusahaan dan Peningkatan Kapabilitas Dewan Komisaris
  • Komisaris Independen
  • Etika Jabatan Dewan Komisaris
  • Tugas dan Kewajiban Dewan Komisaris
  • Hak dan Wewenang Dewan Komisaris
  • Rapat Dewan Komisaris
  • Hubungan Kerja antara Dewan Komisaris dan Direksi
  • Evaluasi Kinerja Dewan Komisaris
  • Organ Pendukung Dewan Komisaris
  • Pertanggungjawaban Dewan Komisaris

     2.  Direksi yang mengatur tentang :

  • Fungsi Direksi
  • Persyaratan Direksi
  • Keanggotaan Direksi
  • Masa Jabatan Direksi
  • Program Orientasi dan Peningkatan
  • Independensi (kemandirian) Direksi
  • Etika Jabatan Direksi
  • Tugas dan Kewajiban Direksi
  • Hak dan Wewenang Direksi
  • Penetapan Kebijakan Pengurusan Perusahaan oleh Direksi
  • Pendelegasian Wewenang diantara Direktur
  • Komposisi Direksi
  • Pembagian Tugas Direksi
  • Rapat Direksi
  • Organ Pendukung Direksi
  • Hubungan dengan Anak Perusahaan dan Perusahaan Afiliasi
  • Hubungan dengan Profesi Pasar Modal
  • Penggunaan Saran Profesional
  • Pertanggungjawaban Direksi

 

III. Code of Conduct

Code of conduct  adalah pedoman umum yang menjadi dasar perilaku seluruh insan PTPN XII (Persero) dalam bekerja dan berperilaku yang baik berdasarkan prinsip-prinsip GCG. 

Tujuan disusun Code of Conduct adalah sebagai suatu sistem nilai untuk mewujudkan visi dan misi perusahaan, mengembangkan perilaku yang baik sesuai standard etika yang berlaku, mengurangi/meminimalisir konflik kepentingan dan mendorong terciptanya kondisi yang kondusif diantara insan PTPN XII (Persero) dan meningkatkan kinerja yang tinggi ke peningkatan reputasi dan image perusahaan.

Dalam  Code of Conduct terdapat :

  1. Falsafah dan paradigma PTPN XII (Persero)
  2. Visi dan Misi  PTPN XII (Persero)
  3. Tata Nilai Perusahaan
  4. Etika Bisnis yang memuat komitmen-komitmen :
  • Komitmen perilaku insan PTPN XII (Persero)
  • Komitmen Terhadap Karyawan
  • Komitmen Terhadap RUPS
  • Komitmen Terhadap Pelanggan
  • Komitmen Terhadap Pemasok
  • Komitmen Terhadap Investor
  • Komitmen Terhadap Kreditor dan Bank
  • Komitmen Terhadap Pemerintah dan Regulator
  • Komitmen Terhadap Pesaing
  • Komitmen Terhadap Auditor
  • Komitmen Terhadap Masyarakat Sekitar, Mitra Binaan dan Linkungan
  • Komitmen Terhadap Media massa, LSM dan Organisasi Kemasyarakat
  • Komitmen Terhadap Serikat Pekerja
  • Komitmen Terhadap Perguruan Tinggi dan Lembaga Penelitian
  • Komitmen Terhadap Legislatif
  • Komitmen Terhadap Mitra Strategis
  • Etika Kerja yang menuntut perilaku individu untuk berbuat sesuai prinsip-prinsip GCG
  • Etiket Kerja yang terdiri dari 26 butir yang harus dipatuhi dan pantang dilanggar.
  • Petunjuk pelaksanaan Code of Conduct meliputi prinsip dasar, sosialisasi, pelaporan dan sanksi atas pelanggaran Code of Conduct.

IV. Internal Audit Charter

Internal Audit Charter adalah pedoman SPI yang menjelaskan tentang fungsi dan peran SPI sebagai Satuan Pengawas Internal Perusahaan. Dalam Internal Audit Charter berisi visi, misi, fungsi, ruang lingkup, hak, tujuan dan sasaran SPI.

Selain itu Internal Audit Charter memuat juga struktur organisasi SPI, tugas dan wewenang serta tanggung jawab SPI dan Standar Profesi & Kode Etik SPI.

Semua pedoman tentang GCG ini secara rinci telah disampaikan baik dalam bentuk buku maupun software dalam GCG on  line.  Jadi apabila ingin mengetahui keseluruhan dari item atau permasalahan yang termuat dalam Pedoman GCG, disarankan untuk download  file yang terdapat dalam website ptpn12.com atau GCG on line. 

Penjelasan pada setiap butir dalam pedoman nantinya akan dibahas secara periodik pada kolom artikel GCG.

Akhirnya semoga bermanfaat!!

 

Totok Sudarto

Pjs. Askabag Bidang GCG & MR

Sekretaris Perusahaan.

PTPN XII (Persero)

Share this post

Submit to FacebookSubmit to Google PlusSubmit to Twitter

Add comment


Security code
Refresh